Cara Menghitung Pertumbuhan Penjualan Bisnis atau Perusahaan UKM & JASA

Apa itu Growth Ratio?

Growth ratio (rasio pertumbuhan) adalah ratio yang digunakan untuk menunjukkan tingkat persentase pertumbuhan dari waktu ke waktu. Growth ratio biasanya dimanfaatkan perusahaan untuk menghitung pertumbuhan kinerja perusahaan bersangkutan.

Adapun keberadaan growth ratio sendiri dapat dihitung berdasarkan jangka waktu tahunan atau bahkan lebih pendek sesuai dengan fungsi perhitungan yang berlaku. Pertumbuhannya sendiri ternyata bisa mencerminkan jika suatu bisnis atau usaha memperoleh keberhasilan dan bisa digunakan sebagai prediksi pertumbuhan di masa mendatang.

Jenis Growth Perusahaan

Selain itu, di dalamnya ternyata juga terdapat jenis-jenis growth seperti pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba bersih, pendapatan per saham hingga dividen per saham bahkan compound annual growth rate.

Untuk lebih jelasnya simak jenis dan pengukuran growth ratio dibawah ini:

1. Pertumbuhan Penjualan

Ini bisa menunjukkan sejauh manakah sebuah perusahaan mampu meningkatkan penjualannya dibandingkan dengan seluruh penjualan secara keseluruhan atau kompleks.

2. Pertumbuhan Labar Bersih

Untuk pertumbuhan laba bersih sendiri dapat memperlihatkan seperti apakah perusahaan mampu meningkatkan kemampuannya buat memperoleh keuntungan bersih dibandingkan dengan total keuntungan mereka secara menyeluruh.

3. Pertumbuhan Pendapatan Per saham

Sedangkan untuk bagian diatas akan menunjukkan sejauh manakah sebuah perusahaan bisa meningkatkan kemampuan buat memperoleh pendapatan ataupun laba lembar saham dibandingkan keseluruhan laba per saham.

4. Pertumbuhan Dividen per saham

Sedangkan untuk pertumbuhan dividen per saham dapat menunjukkan sejauh manakah sebuah perusahaan dapat meningkatkan kemampuan mereka buat memperoleh dividen saham dibandingkan total dividen saham menyeluruh.

Cara Mencari Growth Ratio

Untuk mengetahui nilai pertumbuhan, dibutuhkan rumus khusus seperti growth rate hingga laju pada kenaikan majemuk tahunan alias CAGR atau compound annual growth rate. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut formula bersangkutan.

Rumus Growth Ratio (Rasio Pertumbuhan)

Rumus growth ratio adalah Growth Rate = ((present-past)/past) X 100%.

Adapun present merupakan nilai atau harga yang ada saat ini dan past merupakan nilai/harga di masa lalu di mana perhitungannya dimulai atau akhir.

Adapun rumus lainnya di dalam rasio pertumbuhan tersebut yakni rumus CAGR (Compound annual growth rate). Di mana ini merupakan tingkat pengembalian yang dibutuhkan supaya investasi tumbuh dari saldo awal hingga akhir. Dengan kata lain, keuntungan diinvestasikan kembali di akhir pada setiap tahun dengan jangka waktu investasi.

Sebenarnya CAGR bukanlah tingkat pengembalian sebenarnya tetapi hanya angka representasi di mana menggambarkan tingkat investasi akan tumbuh di setiap tahunnya dan keuntungannya akan diinvestasikan kembali di akhir tahun pula. . Adapun rumusnya yakni:

CAGR = (Nilai Akhir/Nilai Awal) (1/jumlah tahun) – 1

CAGR inipun juga dapat disebut sebagai pengembalian merapikan sebab akan mengukur pertumbuhan investasi seolah-olah sudah tumbuh pada tingkat stabil di dalam per tahun secara majemuk.

Untuk memahami lebih jauh mengenai growth ratio tersebut, maka sangat penting mengetahui contoh serta cara perhitungannya. Untuk lebih jelasnya, langsung saja anda bisa menyimak ulasan yang ada dibawah ini.

Sebuah perusahaan mempunyai data penjualan tahun 1 sebesar 4,7 miliar rupiah dan tahun ke-2 yakni 6,8 miliar rupiah, maka Anda bisa melakukan perhitungannya dengan menggunakan rumus berikut:

Growth ratio = (6,8–4,7)/4,7 x 100%

Jadi growth ratio yang dihadirkan yakni sebesar 44,68%.

Menghitung CAGR

Sebagai contohnya, sebuah perusahaan dari tahun 2018 hingga 2019 mempunyai nilai investasi tumbuh menjadi 150 juta atau 50% pada tahun pertama. Sedangkan pada tahun 2020, mempunyai nilai investasi naik jadi 170 juta (growth rate 13,3%). Serta di tahun 2021, nilainya berakhir dengan 220 juta (growth rate 29,54%). Untuk menghitungnya, anda bisa langsung memanfaatkan rumus berikut:

CAGR = (220 juta/150 juta) 1/3 -1 = 13,61%.

Nilai 13,61% merupakan nilai akhir dari CAGR tersebut.

Karena adanya volatilitas pasar pertumbuhan investasi dari tahun ke tahun mungkin akan terlihat tidak menentukan serta tidak seimbang naik ataupun turun. Sebagai contohnya investasi tersebut bisa mengalami kenaikan hingga 12% dalam rentang waktu satu tahu, serta di tahun berikutnya bisa -7% dan mengalami peningkatan selanjutnya sebesar 6%.

Contoh Lainnya Menghitung Pertumbuhan Bisnis UKM

Sebagai contoh, ada 2 Tukang bakso keliling A n B. Masing mereka mau menjual sebagian kepemilikan usaha baksonya karena 1 alasan. Karena pada waktu itu Anda ditawarkan oleh pengusaha bakso dan di saat itu kebetulan anda memiliki uang. Anda jadi tertarik untuk membeli sebagian kepemilikan pengusaha bakso tersebut. Mumpung bisnisnya gampang, bikin bakso lalu jual. Anda menanyakan kepada si tukang bakso A dan B mau dijual berapa bisnis baksonya ? mereka menjawab Rp. 20 Juta.

 
Anda mulai berpikir, bisnis bakso mana yang paling menguntungkan diantara A dan B.
Anda berpikir dengan mudah beli kedua bisnis baksonya tetapi yang menjadi kendala uang anda terbatas untuk mengambil bisnis bakso A dan B membuat Anda harus memilik salah satu dari mereka.  
 
Fokus membeli 1 bisnis Bakso yang paling menguntungkan!
Tentunya Anda akan mulai mencari tahu pendapatan bakso A dan B. 
 
Berapa jumlah bakso yang kalian jual selama 1 tahun terakhir ?
Berapa mangkok yang berhasil terjual selama 1 tahun terakhir?
atau Berapa rupiah mereka hasilkan dalam 1 tahun terakhir?
 
Intinya Anda ingin tau bisnis bakso mana yang paling laku dan kira-kira bakso mana yang paling menguntungkan. 
Bakso A menjawab : dalam tahun 2020 kita berhasil mendapatkan +/- Rp. 10 Juta/ 1 Tahun Terakhir.
Bakso B menjawab : dalam tahun 2020 kita berhasil mendapat +/- Rp. 8 Juta/ 1 Tahun Terakhir.
 
Apakah Anda langsung bisa menentukan bisnis A lebih baik dari pada bakso B?
Secara jumlah terlihat jelas pendapatan A lebih besar dari pada pendatan B.
 
Tetapi itu tidak benar menilai dari jumlah pendapatan hanya berdasarkan 1 tahun. Supaya Anda jangan salah memilih bisnis bakso A dan bakso B, Anda lihat pertumbuhan dari tahun ke tahun. Misalnya, Anda bertanya kepada mereka berapa sih Omset dari tahun ke tahun pendapatan kalian ? 
5 tahun terakhir.
Menurut Anda Bisnis Bakso Mana yang lebih bagus ?
Ya, Bisnis Bakso B yang lebih bagus karena pendapatannya tiap tahun bertumbuh dan meningkat. Bakso B dari tahun 2016 itu 6 Juta dan sampai pada tahun 2020 pendapatan 8.7 Juta. Setiap tahun mendapatkan peningkatan 10% dan di prediksi tahun 2021 pendapatan Bakso B 9.6 Juta dan seterusnya Jika:
» Bisnisnya adem ayem,
» Tidak ada wabah,
» Tidak ada isu boraks,
» Tidak ada isu bakso daging tikus,
» Dll
 
Sedangkan Bakso A pendapatannya tetap Konstan di 10 Juta dari tahun ke tahun tidak ada pergerakan untuk naik bertambah bahkan ada kemungkinan akan turun pendatannya. 
Seperti itulah bentuk pertumbuhan Growth Ratio pada Bisnis Bakso.

Kelebihan dan Fungsi Growth Ratio

Keberadaan ratio pertumbuhan atau growth ratio ini pun ternyata juga mempunyai beberapa fungsi atau kelebihan di dalamnya. Perhitungan yang sangat cocok bagi sebuah perusahaan setidaknya mempunyai beberapa kelebihan diantaranya adalah sebagai berikut.

Menghitung Kinerja Perusahaan

Melakukan perhitungan terhadap kinerja dari sebuah perusahaan memang menjadi hal sangat penting. Itu bisa digunakan buat melakukan penilaian terhadap performa perusahaan. Dan growth ratio bisa membantu menghitung kenaikan asset hingga kenaikan harga saham serta juga hutang.

Mengetahui Historis Kinerja Perusahaan

Tidak sampai di situ saja, dengan growth ratio itu pun juga dapat digunakan buat mengetahui historis kinerja dari perusahaan bersangkutan dari waktu ke waktu. Dengan cara itulah maka sebuah perusahaan dapat melakukan perbaikan.

Membandingkan Kinerja antar Perusahaan

Dengan keberadaan rasio pertumbuhan itulah ternyata juga dapat digunakan buat melakukan perbandingan kinerja antara pertumbuhan perusahaan manakah yang terbaik di salah satu sektor. Mengetahui rasio pertumbuhan dari sebuah perusahaan memang sangat penting sebab keberadaannya mempunyai banyak fungsi serta bermanfaat dalam menganalisa saham.

Kesimpulan

Mengapa Pertumbuhan Pendapatan Penting? Karena Pertumbuhan pendapatan adalah salah satu indikator paling jelas dari kekuatan pasar sebuah perusahaan. Tidak heran keberadaan growth ratio mempunyai peranan cukup penting. Dalam menjalankan suatu bisnis, kesuksesan memang menjadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para pebisnis. Dalam menghitung keberhasilan dari sebuah perusahaan, growth ratio (rasio pertumbuhan) memegang peranan penting. Semakin besar pendapatan sebuah perusahaan, semakin meningkat kekuatan pasarnya. 
Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

Penulis : Rudi

Tags Artikel :

#Akuntansi Jasa

Artikel Terkait Lainnya

# Keuangan

# Bisnis

# Wirausaha

Akuntansi Smart Bisnis UKM dan Perusahaan

Akuntansi adalah merupakan kegiatan mencatat, meringkas, mengklarifikasi, mengolah, dan menyajikan data transaksi.

Baca Selengkapnya

Admin

# Bisnis

# Marketing

# Wirausaha

Strategi Smart Usaha Mencapai Keuntungan Sesuai Harapan

Persiapan strategi adalah dorongan agar bisnis Anda dapat mendapatkan hasil serta pendapatan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Wirausaha

# Bisnis

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia

Fungsi Standar Akuntansi Keuangan adalah untuk keseragaman laporan keuangan untuk menyusun laporan keuangan serta auditor dan pembaca laporan.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

# Wirausaha

Mau Profit UKM ? Cara Smart Menghitung Profit UKM dan Perusahaan

Anda mungkin akan berpikir bahwa bisnis baik-baik saja dengan pendapatan yang terus mengalir setiap hari. Tetapi tanpa memperhitungkan faktor lain seperti biaya overhead, kartu kredit, tanggungan pinjaman, dll, maka profitabilitas tidak akan bisa diukur.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

Cara Smart Mendapat Keuntungan, Laba atau Profit untuk Bisnis UKM

Keuntungan adalah hasil penjualan suatu barang/jasa yang didapat melebihi modal. sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

Cara Meningkatkan Keuntungan (Laba) dan Profit Perusahaan dalam Bisnis UKM

Profit selalu menjadi tolak ukur bagi pemilik usaha atau perusahaan apakah usaha atau perusahaan yang dijalankan mengalami kerugian atau malah sebaliknya. Untuk itu mengetahui rumus-rumus penghitungan profit memang sangat perlu.

Baca Selengkapnya

Admin