Pembayaran Online - Pengertian dan Contoh Kartu Kredit Pada Perusahaan atau Bisnis UKM

Mari simak lebih dalam mengenai kartu kredit agar Anda memahaminya dengan benar dan bisa memanfaatkannya dengan baik. Secara sederhana, pengertian kartu kredit adalah alat pembayaran berupa kartu yang dalam transaksi keuangan, biaya pembayaran akan dipenuhi terlebih dahulu oleh bank penerbit kartu.

Apa Itu Kartu Kredit? Seperti Apa Memanfaatkannya?

Perkembangan zaman yang semakin bergerak cepat dan semakin tingginya kebutuhan hidup seseorang biasanya membuat seseorang membutuhkan atau menginginkan suatu barang atau produk tertentu. Namun biasanya produk yang diinginkan ternyata memiliki harga yang cukup mahal namun Anda membutuhkan barang tersebut. Untuk menyiasati hal tersebut, biasanya sebuah toko akan memberikan layanan untuk membayar barang berupa cicilan tiap bulan kepada customernya.

Oleh karena itu, seringkali seseorang menggunakan kartu kredit untuk membeli suatu barang atau produk yang diinginkan atau dibutuhkan. Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan kartu kredit, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa itu kartu kredit dan bagaimana sistemnya. Seperti apa itu kartu kredit yang ditawarkan setiap bank, karena setiap bank menawarkan sistem kartu kredit yang berbeda.

Apa itu kartu kredit? Dan seperti apa itu kartu kredit? Kartu kredit adalah alat pembayaran secara non tunai dengan menggunakan kartu yang diterbitkan oleh bank. Kartu kredit dapat membantu Anda untuk melakukan transaksi di awal dan dibayarkan oleh bank, namun pada akhirnya Anda harus membayar nominal yang sudah di tentukan oleh pihak bank setiap awal bulan ke bank bersangkutan. Dengan menggunakan kartu kredit, bank akan memfasilitasi Anda untuk mempunyai waktu fleksibel dalam transaksi karena dapat dilakukan secara online. Hal yang harus Anda ingat adalah menggunakan kartu kredit berarti Anda sudah menyetujui persyaratan yang telah diberikan oleh pihak bank.

Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak

Terkadang ketika Anda memutuskan untuk menggunakan kartu kredit, Anda akan secara tidak sadar melakukan transaksi secara berlebihan. Untuk itu, sebelum Anda membuat kartu kredit ada baiknya Anda benar-benar memilih jenis kartu kredit apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Batasi Jumlah Limit Kartu Kredit

Seperti apa itu kartu kredit jika Anda tidak membatasi penggunaanya? Sebelum Anda membuat kartu kredit, ada baiknya Anda mengetahui seperti apa itu kartu kredit yang akan Anda gunakan dan menentukan limit kartu kredit tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda saja. Karena semakin tinggi limit yang diberikan, akan semakin tinggi pula cicilan yang harus Anda bayarkan setiap akhir atau awal bulan. Hal ini akan memberatkan Anda mengingat kebutuhan pokok yang harus Anda penuhi, namun ada cicilan dari kartu kredit.

Minimalisir Dalam Melakukan Tarik Tunai

Kebanyakan kartu kredit saat ini sudah bisa melakukan tarik tunai dan sering kali seseorang memanfaatkan fitur yang satu ini secara berlebihan. Hal yang harus Anda ingat adalah, ketika Anda melakukan transaksi tarik tunai dengan menggunakan kartu kredit akan dikenakan biaya bunga sebesar 3.5% - 4% di setiap transaksi tarik tunai. Setiap bank memiliki regulasi yang berbeda mengenai biaya bunga yang dikenakan ke nasabah setiap melakukan transaksi tarik tunai.

Gunakan Kartu Kredit Jika Dibutuhkan

Seperti apa itu kartu kredit di kehidupan sehari-hari ditentukan oleh Anda sendiri. Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan kartu kredit, gunakanlah secara bijak. Gunakan kartu kredit disaat mendesak dan saat benar-benar dibutuhkan saja. Hal ini dilakukan guna menghindari banyaknya cicilan yang harus Anda bayarkan setiap akhir atau bulannya kepada pihak bank.

Untuk menyiasati hal ini, ada baiknya Anda membuat list bulanan Anda secara terperinci sehingga Anda tahu kebutuhan pokok Anda. Sehingga jika ada hal yang sangat mendesak tetapi Anda membutuhkannya, Anda bisa menggunakan kartu kredit. Jangan lupa untuk membayar tagihan kartu kredit Anda tepat waktu agar tidak terjadi berlipatnya bunga. Maka dari itu, sangat penting untuk mencari tahu seperti apa itu kartu kredit serta persyaratannya di berbagai bank.

Setelah Anda Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak, tentunya Anda harus memerhatikan dan juga mengontrol pembayarannya. Berikut ini adalah cara membayar tagihan yang harus di perhatikan dalam Tagihan Kartu Kredit.

Membayar Tagihan Kartu Kredit, Apa Saja yang Mesti Diperhatikan?

Jika Anda memiliki kartu kredit dan menggunakannya untuk melakukan transaksi pembayaran, tentunya Anda memiliki kewajiban untuk membayar tagihan kartu kredit tersebut setiap bulannya. Besarnya tagihan yang harus Anda bayar tertera pada Lembar Penagihan (Billing Statement) yang biasanya memuat rincian transaksi (pembelanjaan dan penarikan tunai), pembayaran serta biaya-biaya lainnya (bila ada).

Lembar penagihan tersebut dikirimkan oleh pihak penerbit kartu kredit kepada Anda setiap bulan sesuai dengan tanggal cetak tagihan kartu kredit. Sebelum melakukan pembayaran, Anda sebaiknya membaca Lembar Penagihan tersebut dengan teliti untuk memeriksa apakah rincian dan jumlahnya cocok. Setelah itu, Anda dapat melakukan pembayaran tagihan tersebut. 

1. Waktu Pembayaran

Tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir, di mana pembayaran Anda sudah harus diterima oleh bank penerbit kartu kredit, dan akan selalu tertera pada Lembar Tagihan. Biasanya, bank penerbit kartu kredit selalu mengingatkan agar pembayaran tagihan dilakukan beberapa hari (biasanya 2-3 hari) sebelum tanggal jatuh tempo.

Alasannya adalah agar Anda terhindar dari denda keterlambatan. Pembayaran yang dilakukan melalui berbagai macam saluran yang tersedia membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk masuk ke rekening kartu kredit, dan bisa lebih lama jika terdapat hari libur.

Selain dikenakan denda keterlambatan, pembayaran tagihan yang baru masuk melewati tanggal jatuh tempo juga akan mengakibatkan Anda dikenakan bunga berjalan yang cukup besar. Jadi, sebagai langkah antisipasi, ada baiknya Anda membayar tagihan kartu kredit Anda sekitar 5 hingga 7 hari sebelum tanggal jatuh tempo.

2. Jumlah Pembayaran

Setelah mengetahui kapan sebaiknya Anda membayar tagihan kartu kredit Anda, sekarang yang perlu dilakukan adalah menentukan jumlah pembayaran yang akan Anda setorkan. Ada beberapa pilihan yang dapat Anda gunakan.

A. Pembayaran Minimum (Minimum Payment)

Bank penerbit kartu kredit biasanya menawarkan sistem pembayaran di mana Anda diperbolehkan membayar sejumlah minimum tertentu selambat-lambatnya pada saat jatuh tempo tagihan. Tujuan dari pembayaran minimum ini sebenarnya adalah untuk memastikan bahwa kartu kredit Anda bebas masalah dan menunjukkan bahwa Anda mematuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan bank penerbit kartu kredit.

Biasanya besar jumlah minimum yang ditetapkan adalah 10% dari total tagihan baru yang tercetak pada Lembar Tagihan Anda atau minimum Rp50.000,- (mana yang lebih besar) ditambah cicilan tetap dan/atau pembayaran minimum tertunggak dan/atau biaya overlimit jika ada. Jumlah ini bervariasi tergantung jenis kartu kredit dan bank penerbit masing-masing, tetapi kurang lebih sebesar itu.

Sebagai contoh:
Misalkan total tagihan Anda adalah Rp10 juta, maka 10% x Rp10 juta = Rp1 juta. Angka ini lebih besar daripada Rp50.000, jadi jumlah minimum yang wajib Anda bayar adalah angka yang lebih besar yaitu Rp1 juta.

Meski diperbolehkan, sistem pembayaran jumlah minimum ini sangat tidak disarankan karena perlu diingat bahwa pembayaran minimum ini bukanlah jumlah total tagihan yang harus Anda bayar. Anda akan dikenakan bunga majemuk atau bunga berbunga oleh bank penerbit kartu kredit dari nilai sisa tagihan yang tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo.

Bunga berbunga di sini maksudnya bahwa bunga dari jumlah yang belum dibayarkan itu akan ditambahkan ke jumlah total tagihan baru selanjutnya yang nantinya juga akan dikenakan bunga. Jadi total tagihan kartu kredit yang akan ditagihkan kepada Anda pada bulan berikutnya akan bertambah akibat adanya bunga berbunga tersebut.

B. Pembayaran Penuh (Full Payment)

Selain membayar jumlah minimum, Anda juga diperbolehkan membayar seluruh total tagihan yang tercetak pada Lembar Tagihan Anda. Sistem pembayaran penuh ini sangat disarankan, terutama apabila Anda membayar tagihan tersebut sebelum tanggal jatuh tempo, karena dengan begitu Anda tidak akan dikenakan bunga.

C. Pembayaran Jumlah Berapapun antara Jumlah Minimum dan Total Tagihan Baru

Jika Anda kebetulan memiliki dana yang melebihi jumlah minimum tagihan namun tidak mencukupi untuk membayar tagihan secara penuh, maka Anda dapat membayar jumlah berapa pun antara jumlah minimum tagihan dengan total tagihan baru Anda. Ini antara lain untuk mengurangi jumlah tagihan tertunggak yang akan dikenakan bunga, sehingga akan mengurangi beban tagihan yang harus Anda bayar pada bulan berikutnya.

D. Pembayaran Cicilan Tetap (Fixed Installment)

Selain cara di atas, kebanyakan bank penerbit kartu kredit menawarkan sistem pembayaran di mana Anda dapat mengubah total tagihan yang tercetak menjadi cicilan tetap untuk jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan sesuai dengan kemampuan Anda. Sistem pembayaran dengan cicilan tetap ini bisa menjadi alternatif yang dapat Anda pilih karena bunga yang dikenakan kepada Anda bukan bunga majemuk melainkan bunga tetap (flat).

Untuk menggunakan sistem pembayaran ini, Anda dapat menghubungi bank penerbit kartu kredit Anda untuk menanyakan informasi lebih lanjut dan apabila persyaratannya terpenuhi, Anda dapat mengubah pembayaran Anda menjadi pembayaran dengan cicilan tetap.

3. Mekanisme Pembayaran Tagihan

Setelah mengetahui jumlah tagihan yang harus Anda bayar dan kapan Anda sebaiknya melakukan pembayaran tagihan tersebut, kini Anda harus menentukan mekanisme atau saluran pembayaran yang akan Anda gunakan. Ada beberapa cara yang disediakan oleh bank penerbit kartu kredit, yaitu:

A. Langsung di Kantor Cabang

Anda dapat langsung mendatangi kantor bank penerbit kartu kredit Anda untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Langkah-langkahnya kurang lebih seperti ini:

» Ambil slip setoran, bisa berupa slip khusus pembayaran kartu kredit atau slip setoran tunai, tergantung bank yang bersangkutan. Jika tidak ada informasi tertulis mengenai cara pembayaran tagihan kartu kredit di kantor bank bersangkutan, silakan Anda tanyakan ke petugas di kantor tersebut.
» Isi slip setoran tersebut, biasanya berupa nama, nomor rekening kartu kredit, dan jumlah yang akan Anda bayarkan serta tanda tangan.
» Setelah semua terisi, Anda tinggal mengantre giliran di teller dan menyerahkan uang pembayaran Anda.

Cara pembayaran lewat teller dengan setoran tunai ini biasanya dikenakan biaya yang cukup besar, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp100.000.

B. Melalui ATM, SMS Banking, Phone Banking, atau Internet Banking

Selain melakukan pembayaran langsung ke kantor cabang bank penerbit kartu kredit, Anda juga dapat melakukan pembayaran melalui ATM, SMS Banking, Phone Banking atau Internet Banking, dengan catatan bank penerbit kartu kredit Anda menyediakan fasilitas tersebut. 

Apabila Anda menggunakan ATM, SMS Banking atau Internet Banking dari bank yang sama dengan bank penerbit kartu kredit Anda, biasanya tidak akan dikenakan biaya apapun alias gratis, kecuali Phone Banking yang biasanya dikenakan biaya sekitar Rp3.000.

Namun jika Anda menggunakan ATM, SMS Banking atau Internet Banking dari bank yang berbeda, maka akan ada biaya tambahan yang berkisar antara Rp5.000 – Rp7.500, tergantung banknya.

Cara untuk membayar tagihan kartu kredit melalui ATM dan Internet Banking kurang lebih sama seperti jika Anda melakukan pembayaran pada umumnya, yaitu:

» Pilih menu Pembayaran
» Di dalam menu Pembayaran, pilih Kartu Kredit
» Ikuti petunjuk dan isilah jumlah yang hendak dibayar dan nomor kartu kredit Anda saat diminta

Sementara untuk SMS Banking, Anda dapat menanyakan kepada bank penerbit kartu kredit Anda mengenai perintah yang harus diketikkan melalui SMS untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit, dengan biaya sesuai dengan tarif SMS yang berlaku.

C. Auto Debit

Apabila Anda mempunyai rekening tabungan di bank yang sama dengan bank yang menerbitkan kartu kredit, Anda dapat memanfaatkan fasilitas Auto Debit atau Penarikan Otomatis yang artinya tagihan akan langsung ditarik atau didebit dari rekening tabungan Anda. Cara ini biasanya bebas biaya.

D. Melalui Drop Box

Drop box adalah fasilitas pembayaran dengan mengisi formulir berbentuk amplop dan uang langsung Anda masukkan ke dalam amplop formulir tersebut untuk kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang menyerupai kotak undian. Fasilitas drop box ini biasanya disediakan oleh bank asing, contohnya HSBC, RBS, Citibank, dan sebagainya.

Bijak Pakai Kartu Kredit, Bayar Sesuai Ketentuan dan Tepat Waktu

Mudah, bukan? Sebagai pengguna kartu kredit yang bijak, Anda harus mengatur pemakaian kartu kredit Anda tersebut sesuai dengan kondisi keuangan Anda sehingga dapat membayar tagihannya sesuai ketentuan dan tepat waktu serta terhindar dari berbagai biaya tambahan. Dengan demikian, Anda dapat memetik berbagai manfaat dari kartu kredit yang Anda miliki tersebut dan tidak terjebak dengan utang kartu kredit yang semakin menumpuk.

Setelah Hal diatas dapat Anda penuhi, maka kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan Manfaat dari Kartu Kredit yaitu sebagai berukut:

Manfaat Kartu Kredit Yang Bisa Anda Dapatkan

1. Praktis dan transaksinya bisa dicicil
2. Banyak promo belanja dan rewards
3.  Cicilan dengan bunga 0 persen
4. Kemudahan saat transaksi di luar negeri
5. Manfaat kartu kredit menjadikan belanja online makin gampang
6. Tersedia garansi tambahan
7. Memudahkan anggaran pengeluaran
8. Pembayaran tagihan jadi makin mudah
9. Manfaat kartu kredit digunakan saat darurat
10. Manfaat kartu kredit bisa dijadikan sebagai salah satu syarat pengajuan KTA

Di Samping Manfaat Kartu Kredit Ada Risikonya & Kelemahan Yang Anda Harus Ketahui

Terlepas dari manfaat kartu kredit sekarang hal yang paling Anda tunggu adalah tujuannya untuk memudahkan Anda berteransaksi dengan lebih praktis, kartu kredit juga menyimpan risiko-risiko yang patut anda waspadai sebagai pengguna. Risiko dan kelemahan Kartu Kredit

1. Syarat Pengajuan Agak Rumit

Dengan kemudahan yang diberikan kartu kredit, bank menerapkan persyaratan ketat untuk nasabah yang ingin mengajukan penggunaan kartu kredit. 

Selain perlengkapan dokumen, persyaratan minimal penghasilan nasabah yang bisa memiliki kartu kredit pada umumnya sebesar Rp3 juta per bulan. Lalu, ada persyaratan penghasilan yang lebih besar untuk jenis kartu kredit dengan limit lebih tinggi.

Tak hanya itu, bank penerbit kartu kredit juga tidak akan mudah meloloskan pengajuan kepemilikan kartu kredit yang dilakukan nasabah, karena ada persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi seperti jenis pekerjaan, usia, domisili, dan persyaratan lainnya.

2. Membiasakan Diri Jadi Berutang

Menggunakan kartu kredit memang praktis karena hanya tinggal gesek Anda telah menyelesaikan pembayaran. Sayangnya, belanja dengan kartu kredit bukanlah menggunakan dana yang ada dalam akun tabungan melainkan utang terhadap bank.

Mudahnya berbelanja dengan kartu kredit tanpa batasan tentunya membuat utang semakin menumpuk dan jika telat membayar maka utang akan terus bertambah banyak. 

3. Memancing Perilaku Konsumtif

Mengingat banyaknya promo diskon, cashback, dan penawaran menarik pada saat transaksi dengan kartu kredit, bisa saja membuat hasrat penggunanya untuk berbelanja semakin besar dan bisa menjebak penggunanya menjadi konsumtif.

Banyak pengguna kartu kredit yang berbelanja untuk sesuatu yang tidak penting, hanya karena ada iming-iming promo tertentu. Sehingga, kalau Anda tidak disiplin dalam pemakaian kartu kredit, bisa membuat penggunanya menjadi lebih boros.

Artinya, jika tidak disertai dengan pengendalian diri, kartu kredit adalah alat pembayaran yang bisa menggiring penggunanya pada perilaku konsumtif.

4. Denda Yang Tinggi

Saat pengguna kartu kredit telat membayar tagihan, maka akan terkena biaya denda keterlambatan. Besaran denda masing-masing penerbit kartu kredit berbeda, dengan besaran rata-rata 3 persen dari total tagihan.

Selain itu, akan terkena risiko bunga transaksi yang tidak sedikit. Untuk itulah, sebagai pengguna kartu kredit, Anda perlu memiliki komitmen dalam pembayaran tagihan tepat waktu agar terhindar dari biaya keterlambatan. 

5. Biaya Bunga Tahunan Yang Tidak Sedikit

Pengguna kartu kredit harus memahami bahwa memiliki kartu kredit itu tidak gratis karena ada biaya tahunan atau annual fee yang harus dibayarkan. Besaran annual fee tergantung pada jenis kartu kredit yang dimiliki. 

Rata-rata iuran tahunan pada kartu kredit minimal sebesar Rp125 ribu per tahun hingga jutaan rupiah per tahun tergantung limit. Semakin besar limit kartu kredit yang dimiliki nasabah, maka iuran tahunannya juga akan semakin besar.

Berikut adalah daftar bank-bank yang menerbtikan kartu kredit di Indonesia:

Keuntungan Menggunakan Kartu Kredit

Keuntungan seperti apa itu kartu kredit bagi penggunanya? Keuntungan kartu kredit pada dasarnya berbeda beda setiap bank. Setiap bank menawarkan keuntungan yang beragam, namun secara umum seperti apa itu kartu kredit dari segi keuntungannya adalah, Anda akan mendapatkan potongan harga ketika Anda membeli produk tertentu dan mendapatkan poin. 

Demikianlah pembahasan tentang Pembayaran Online Kartu Kredit Pada Bisnis UKM. Terima Kasih telah berkunjung, semoga apa yang anda simak di artikel ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan yang lebih bermanfaat. 🙏"Terima Kasih"🙏

 

Penulis : Rudi

Tags Artikel :

#Akuntansi Jasa

#Akuntansi Dagang

#Akuntansi Keuangan

#Transaksi

#Analisis Transaksi

#Analisis Biaya

#Jurnal Umum

Artikel Terkait Lainnya

# Wirausaha

# Bisnis

# Keuangan

Cara Stock Opname Persediaan Degan Mudah

Stock opname adalah salah satu bentuk kegiatan perhitungan persediaan stok barang di gudang sebelum dijual dan juga dapat merapikan persediaan barang digudang.

Baca Selengkapnya

Admin

# Wirausaha

# Bisnis

Semangat Baru Untuk Meningkatkan Inovasi Wirausaha, Perusahan & Bisnis UKM

Salah satu tujuan utama dari inovasi adalah melakukan atau menciptakan sesuatu yang berbeda dari para kompetitor di bidang sama.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

# Wirausaha

Akuntansi Smart Bisnis UKM dan Perusahaan

Akuntansi adalah merupakan kegiatan mencatat, meringkas, mengklarifikasi, mengolah, dan menyajikan data transaksi.

Baca Selengkapnya

Admin

# Bisnis

# Wirausaha

Strategi Smart Bisnis Usaha UKM dan Perusahaan

Strategi Bisnis adalah suatu cara yang digunakan perusahaan untuk menghadapi persaingan di dalam dunia bisnisT bertujuan untuk, analisa, integrasi, dan implementasi.

Baca Selengkapnya

Admin

# Marketing

# Wirausaha

# Bisnis

Membangun Team Work Bisnis UKM dan Perusahaan Yang Solid

Team Work adalah kemampuan individu dalam melakukan kerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama di dalam tim yang saling percaya dan mendukung serta bertanggung jawab.

Baca Selengkapnya

Admin

# Wirausaha

Membangun Motivasi Diri Untuk Bisnis UKM dan Perusahaan

Motivasi adalah sesuatu alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan, menyelesaikan, menghentikan suatu aktivitas guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dari motivasi tersebut.

Baca Selengkapnya

Admin