Pengertian Perusahaan Dagang, Ciri, Akun, Syarat Penyerahan Barang, Syarat Pembayaran Bisnis UKM

Deskripsi Perusahaan Dagang 

Mendeskripsikan Karaterisktik Perusahaan Dagang

Secara Umumum Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan bisnis utamanya membeli barang dari pemasok dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang tersebut. Perusahaan dagang menjadi bagian dari keseharian masyarakat tanpa disadari. Hampir semua masyarakat pernah melakukan transaksi di perusahaan dagang. Karena, pada dasarnya berdagang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Sebuah warung kecil di komplek perumahan Anda juga termasuk perusahaan dagang. loh! Sebenarnya kita tidak menyadari bahwa aktifitas keseharian kita langsung terlibat di lingkungan perusahaan dagang.!! Mau bukti ? Yuk lanjut Pembahasan selanjutnya!!

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dagangan dengan tujuan dijual kembali tanpa mengubah bentuk dari barang tersebut. Contoh : Toko Sembako. Agen, Supermarket dll.

1. Pendapatan utama berasal dari penjualan barang dagangan.
2. Biaya Utama adalah harga pokok barang dan biaya lainnya.
3. Dalam akuntansi, terdapat akun persediaan barang .
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
5. Bentuk barang yang dibeli dan dijual sama.
6. Tujuan utamanya mencari laba degan menjual barang lebih tinggi dari pada harga beli.
7. Kegiatan utamanya adalah penjualan dan pembelian.

Akun Khusus Pada Perusahaan Dagang

1. Akun Utang Dagang = Kode Akun 211
2. Akun Piutang Dagang = Kode Akun 113
3. Akun Pembelian Kode Akun 500 
4. Akun Retur Pebelian = Kode Akun 501
5. Akun Potongan Pembelian = Kode Akun 502
6. Akun Beban Angkut Pembelian = Kode Akun 510
7. Akun PenjualanKode Akun 400
8. Akun Retur Penjualan = Kode Akun 401
9. Akun Potongan PenjualanKode Akun 402
10. Akun Beban Angkut Penjualan = Kode Akun 501
11. Akun Beban PemasaranKode Akun 291 – 340
12. Akun Beban Administrasi dan UmumKode Akun 341 – 390

Syarat Penyerahan Barang

1. Frangko (Pembeli)
Barang yang diperjualkan akan menjadi hak milik pembeli pada saat barang tersebut sampai digudang pembeli sehingga segala bentuk resiko yang timbul selama dalam perjalanan menjadi tanggung jawab penjual. Termasuk ongkos angkut barang.

2. Frangko (Gudang Penjual)
Barang yang diperjualbelikan akan menjadi hak milik pembeli pada saat barang sudah keluar dari gudang penjual. Sehingga segala bentuk resiko yang timbul selama dalam perjalanan menjadi tanggung jawab pembeli. Termasuk ongkos angkut barang.

3. FOB (free on board) Shipping Point
Berlaku untuk pengiriman barang yang menggunakan kapal laut. Barang yang diperjualkan menjadi hak milik pembeli pada saat barang sudah sampai diatas kapal pelabuhan. penjualan sehingga segala bentuk resiko yang timbul dalam perjalanan sampai digudang pembeli menjadi tanggung jawab pembeli.

4. FOB (free on board) Destination Point
Berlaku untuk pengiriman barang yang menggunakan kapal laut. Barang yang diperjual belikan menjadi hak milik pembeli pada saat barang sudah sampai diatas kapal dipelabuhan pembeli sehingga segala bentuk resiko yang timbul dalam perjalanan dari Gudang penjual sampai pelabuhan pembeli, menjadi tanggung jawab penjual. Adapun tanggung jawab barang dari pelabuhan pembeli sampai gudang pembeli merupakan tangggung pembeli.

5. CIF (Cost, Insurance and Freight)
Dalam perjanjian jual beli disepakati bahwa penjual menanggung semua biaya angkut serta premi asuransi selama barang dalam perjalanan. Kadang-kadang syarat ini dilengkapi dengan biaya komisi oleh penjual sehingga ditulis CIFIC (Cost Insurance and Frieght Inclusive Commision)

6. CIFIC (cost, insurance, and freight inclusive commission)
CIFIC adalah pihak penjual yang menanggung seluruh biaya pengiriman barang, premi asuransi kerugian beserta tanggungan biaya komisi atas barang tersebut.

Potongan Harga

1. Discount / Potongan Harga adalahtongan harga yang diperoleh karena harga barang yang dibeli, dibayar seketika pada penyerahan barang.
2. Potongan Tunai (Kontan) adalah Potongan Harga yang diperoleh karena melunasi harga barang.
3. Rabat adalah Potongan harga yang diperoleh karena pembeli melakukan pembelian barang melebihi jumlah tertentu.

Syarat Pembayaran

1. Pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2% dari harga Faktur apabila membayar dalam jangka watu tidak melebihi 10 hari setelah tanggal faktur diterbitkan. Batas waktu pembayaran adalah 30 hari setelah tanggal faktur diterbitkan. Maka akan ditulis 2/10, n/30 

2. Faktur harus dilunasi paling lambat 10 hari setelah akhir bulan tanpa mendapatkan potongan. Maka akan ditulis n/10, EOM (End Of Month) -

3. Artinya pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2% yang dihitung dari harga faktur. Hal ini berlaku apabila membayar tidak melebihi 10 hari dari tanggal diterimanya barang dan batas waktu pembayaran dihitung 30 Hari dari tanggal penerimaan barang. Maka akan ditulis 2/10, n/30, ROG (Received Of Good)

Bukti-bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang

1. Bukti Kas Masuk (BKM) = Menerima Uang 
2. Bukti Kas Keluar (BKK) = Mengeluarkan Unag
3. Memo = Pencatatan antara bagian perusahaan
4. Faktur = Bukti pembelian/ Penjual Kredit
5. Kuitansi = Bukti sejumlah penerima
6. Nota Kontan = Bukti pembelian tunai
7. Nota Debet = Bukti pengiriman kembali atas pembelian
8. Nota Kredit = Bukti penerimaan kembali atas penjualan 
9. Cek = Surat perintah pembayaran pada Bank

Untuk mempermudah melakukan Kegitan Perusahaan Dagang, dan mendapatkan efisiensi pencatatan tanpa harus memasukkan beberapa pencatatan barang dan transakasi berulang kali, Anda bisa mengandalkan Novalio . Demikianlah pembahasan tentang Perusahaan Dangan adalah Pengertian, Ciri-ciri Akun, Syarat Penyerahan Barang dan Syarat Pembayaran. Semoga Artikel indi dapat membantu pembaca untuk lebih mengetahui informasi Tentang Perusahaan Dagang secara detail.

 

Penulis : Rudi

Tags Artikel :

#Akuntansi Jasa

Artikel Terkait Lainnya

# Keuangan

# Bisnis

# Wirausaha

Akuntansi Smart Bisnis UKM dan Perusahaan

Akuntansi adalah merupakan kegiatan mencatat, meringkas, mengklarifikasi, mengolah, dan menyajikan data transaksi.

Baca Selengkapnya

Admin

# Bisnis

# Marketing

# Wirausaha

Strategi Smart Usaha Mencapai Keuntungan Sesuai Harapan

Persiapan strategi adalah dorongan agar bisnis Anda dapat mendapatkan hasil serta pendapatan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Wirausaha

# Bisnis

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia

Fungsi Standar Akuntansi Keuangan adalah untuk keseragaman laporan keuangan untuk menyusun laporan keuangan serta auditor dan pembaca laporan.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

# Wirausaha

Mau Profit UKM ? Cara Smart Menghitung Profit UKM dan Perusahaan

Anda mungkin akan berpikir bahwa bisnis baik-baik saja dengan pendapatan yang terus mengalir setiap hari. Tetapi tanpa memperhitungkan faktor lain seperti biaya overhead, kartu kredit, tanggungan pinjaman, dll, maka profitabilitas tidak akan bisa diukur.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

Cara Smart Mendapat Keuntungan, Laba atau Profit untuk Bisnis UKM

Keuntungan adalah hasil penjualan suatu barang/jasa yang didapat melebihi modal. sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Baca Selengkapnya

Admin

# Keuangan

# Bisnis

Cara Meningkatkan Keuntungan (Laba) dan Profit Perusahaan dalam Bisnis UKM

Profit selalu menjadi tolak ukur bagi pemilik usaha atau perusahaan apakah usaha atau perusahaan yang dijalankan mengalami kerugian atau malah sebaliknya. Untuk itu mengetahui rumus-rumus penghitungan profit memang sangat perlu.

Baca Selengkapnya

Admin