Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap

DEFINISI SIKLUS AKUNTANSI

Siklus Akuntansi adalah sebagai proses dalam pembuatan laporan keuangan pada sebuah perusahaan dimana kegiatan ini mencangkup semua transaksi dari kegiatan operasional usaha atau perusahaan sehingga dapat melihat kondisi perusahaan mendapatkan keuntungan atau kerugian dalam pertumbuhan ekonomi perusahaan.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang selalu berkaitan dengan transaksi, samapai penyimpanan laporan keuangan pada suatu periode.

Persiapan Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi ini terjadi dari transaksi sampai pelaporan keungan yang menjadi kunci terbentuknya semua aktifitas dari Siklus Akuntansi. Berikut ini adalah Proses akuntansi dimulai dari menganalisa transaksi pada kegiatan usaha atau perusahaan yang akan dimulai dari;

Persiapan Siklus Akuntansi 9 Jenis Kegiatan yaitu;

1. JURNAL UMUM 
2. JURNAL KHUSU
3. BUKU BESAR 
4. NERACA SALDO
5. JURNAL PENYESUAIAN
6. KERTAS KERJA
7. LAPORAN KEUANGAN
8. JURNAL PENUTUP
9. JURNAL PEMBALIK

Mengetahui Fungsi, Manfaat, dan Tujuan dari Siklus Akuntansi

Untuk mengetahui fungsi, manfaat dan tujuan dari 9 Jenis kegiatan di dalam Siklus Akuntansi akan dijelaskan secara rinci sesuai dengan kriteria setiap kegiatan pencatatan sebagai berikuti;

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap JURNAL UMUM

1. Siklus Akuntansi – Jurnal Umum

Jurnal Umum adalah Jurnal yang mencatat semua transaksi-transaksi dengan jenis serta bukti yang muncul dari semua transaksi keuangan di suatu perusahaan dalam periode tertentu.

A. Fungsi Jurnal Umum

Fungsi Jurnal Umum adalah media informasi untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam proses kegiatan perusahaan.

B. Manfaat Jurna Umum

Manfaat Jurnal Umum adalah informasi seputar  pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan yang berfunsi untuk mengetahui jumlah yang akan dicatat pada satu atau lebih perkiraan, dan dapat mengetahui jumlah yang akan didebit atau kredit karena semua akun-akun yang terlibat  harus seimbang dalam Akuntansi.

C. Tujuan Jurnal Umum

Tujuan Jurnal Umum adalah untuk memudahkan proses pemindahan transaksi yang terjadi ke dalam sebuah akun sesuai dengan nilai transaksi-transaksi yang telah terjadi pada kegiatan perusahaan.

Baca Juga : Contoh Jurnal Umum «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - JURNAL KHUSUS

2. Siklus Akuntansi – Jurnal Khusus

JURNAL KHUSUS

Junal Khusus adalah jurnal yang mencatat semua transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis-jenis yang sesuai kebutuhan usaha dan perusahaan.

A. Jenis Jurnal Khusus Sesuai dengan Spesifikasi Akuntansi

A1. Jurnal Khusus Pembelian

Jurnal Khusus pembelian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang dan barang lainnya dengan syarat pembeliannya melalui KREDIT seperti;

Pembelian yang menimbulkan kewajiban atau utang kepada supplier.

Contoh Transaksi; Tanggal 5 agustus; membeli semen pada CV EMPAT RODA seharag Rp 50.000.000 dengan syarat 5/10, n/30.

A2. Jurnal Khusus Penjualan

Jurnal Khusus Penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang dan barang lainnya dengan syarat penjualannya melalui penjualan di sisi KREDIT piutang di sisi DEBET seperti;

Contoh Transaksi; Tanggal 21 agustus; Menjual barang dagangan seharga Rp 25.000.000 kepada UD SEMAR dengan syarat 2/10, n/30.

A3. Jurnal Khusus Penerimaan Kas

Jurnal Khusus Penerimaan Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mecatat transaksi-transaksi secara tunai, baik itu dengan kas atau cek. Dimana Jurnal Khusus Penerimaan Kas ini juga sering disebut sebagai Buku Kas Masuk yang berfungsi sebagai pencatatan transaksi-transaksi seperti penerimaan uang, penjualan tunai, penerimaan piutang, dan sebagainya.

Contoh Transaksi; Tanggal 17 agustus; Menjual barang dagangan seharga Rp 15.000.000 kepada UD Muria.

A4 Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Jurnal Khusus Pengeluaran Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mecatat transaksi-transaksi atas pembayaran secara tunai. Dimana Jurnal Khusus Pengeluaran Kas ini juga sering disebut sebagai Buku Kas Keluar yang berfungsi sebagai pencatatan transaksi-transaksi seperti hutang, beban perusahaan, dan sebagainya.

Contoh Transaksi; Tanggal 29 agustus; membayar beban gaji karyawan sebesar Rp 2.000.000.

Itulah pengertian dan contoh dari Jurnal Khusus pada Perusahaan Semen . Jurnal khusus yang berfungsi sebagai mencatat transaksi-transaksi jurnal kusus pembelian, jurnal khusus penjualan, jurnal khusus penerimaan kas dan jurnal khusus pengeluaran kas yang terjadi pada perusahaan dagang.

B. Perbedaan Pada Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Adapun perbedaan pada jurnal umum dengan jurnal khusus yaitu jurnal umum sering digunakan untuk mencatat segala jenis transaksi keuangan dalam suatu perusahaan atau bisnis pada periode tertentu saja. Sedangkan jurnal khusus sering digunakan untuk mengelompokkan catatan secara khusus sesuai dengan jenis transaksinya.

C. Fungsi Jurnal

Ada beberapa fungsi jurnal yang terjadi pada pencatatan akuntansi yaitu;

C1. Fungsi Historis

Yaitu merupakan kegiatan mencatat semua transaksi-transaksi keuangan pada kegiatan Akuntansi secara kronologis berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

C2. Fungsi Mencatat

Yaitu merupakan kegiatan mencatat atau merekap semua data transaksi-transaksi keuangan pada kegiatan Akuntansi dengan sumber yang mana harus dicatat tanpa ada ketinggalan.

C3. Fungsi Analisis

Yaitu merupakan kegiatan menganalisis transaksi-transaksi keuangan pada kegiatan Akuntansi dengan sumber data yang mana harus di analisa untuk menentukan akun pada debet atau kredit.

C4. Fungsi Instruktif

Yaitu merupan kegiatan memposting transaksi-transaksi keuangan pada kegiatan Akuntansi ke dalam Buku Besar baik itu yang di debet maupun yang ada di kredit sesuai dengan hasil analisis dalam jurnal.

C5. Fungsi Informatif

Yaitu merupan kegiatan yang memberikan keterangan informasi keuangan pada kegiatan perusahaan secara jelas dan terperinci.

D. Tujuan Jurnal

Tujuan Jurnal pada kegiatan akuntansi keuangan ini adalah untuk menentukan dan memastikan identifikasi, penilaian, dan pencatatan kegiatan ekonomi pada satu transaksi atau berbagai transaksi yang terjadi dalam usaha atau pun perusahaan.

Baca Juga : Contoh Jurnal Khusus «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - BUKU BESAR

3. Siklus Akuntansi – Buku Besar

BUKU BESAR

Buku Besar adalah buku utama dalam pencatatan semua transaksi keuangan yang mengonsolidasikan dari semua jurnal akuntansi dan merupakan penggolongan atas akun sejenis.

A. Akun Besar Terbagi 2 yaitu;

A1. Akun Ril (Real Account)

Akun Ril (Real Account) pada buku besar adalah suatu akun yang terdapat dalam neraca seperti ativa, hutang, kewajiban dan modal.

A2.  Akun Nominal (Nominal Account)

Akun Nominal (Nominal Account) pada buku besar adalah suatu akun yang terdapat pada laporan laba rugi seperti pada akun pendapatan dan beban.

B. Fungsi Buku Besar

Fungsi buku besar adalah sebagai tempat untuk meringkas data transaksi yang telah di catat dalam akun jurnal dan mengelompokkan data keuangan serta untuk mengetahui jumlah atau keadaan rekening akun sebenarnya sebagai bahan atau informasi untuk menyusun laporan.

C. Manfaat Buku Besar

Manfaat buku besar adalah sebagai tempat mencatat semua transaksi pada akuntansi dengan akurat yang dapat melakukan posting pada semua transaksi sesuai dengan akun untuk menjaga keseimbangan pada perkiraan yang mana kolom debet ataupun kredit yang diperlukan dapat disesuaikan.

Posting Jurnal Khusus Ke Buku Besar Pembantu Utang Dan Piutang Posting Jurnal Khusus Ke Buku Besar Utama

Postingan Jurnal Khusus ke Buku Besar pembantu utang dan piutang dagang adalah pemindahan informasi transaksi akuntansi dari jurnal ke buku besar yang sesuai agar hasilnya dapat di kelompokkan atau di rangkum. Posting jurnah dapat dilakukan setiap hari atau berkala sesuai kebijaksanaan perusahaan.

D. Cara memposting Jurnal Umum dan Jurnal Khusus ke Buku Besar yaitu;

D1. Melakukan pencatatan pada tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebetkan atau dikreditkan ke dalam akun yang sesuai dengan transaksinya.
D2. Mengisi kolom “Referensi” untuk menentukan nomor akun halaman jurnal.
D3.  Mengisi kolom “Referensi” untuk menentukan jurnal dengan akun yang bersangkutan.

E. Tujuan Buku Besar 

Tujuan buku besar adalah untuk mengumpulan semua data-data transaksi secara spesifik didalam pengkodean setiap akun-akun yang terkait.

Baca Juga : Contoh Buku Besar «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - NERACA SALDO

4. Siklus Akuntansi – Neraca Saldo

NERACA SALDO

Pengertian Neraca Saldo adalah Trial Balance sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun dalam akuntansi beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.

A. Cara Menyusun Neraca Saldo sebagai berikut;

A1. Mengitung saldo setiap akun yang tercatat pada buku besar

A2. Menjumlahkan sisi debet dan kredit dari akun buku besar dan selanjutnya menentukan saldo di setiap akun.

A3. Memindahkan saldo pada akun buku besar berbentuk staffel sesuai letak debit dan kredit.

B. Menyusun saldo

Setiap akun yang tercatat pada Buku Besar ke dalam Neraca Saldo sesuai dengan nomor kode akun dan tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya yang bisa di sebut liquiditas.

C. Dalam Akuntansi Terdapat 3 Jenis Neraca Saldo yaitu;

C1. Neraca Saldo Sebelum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)
C2. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
C3. Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

D. Fungsi Neraca Saldo

Fungsi neraca saldo juga perlu diketahui agar lebih memahami dengan jelas apa itu neraca saldo. Dibawah ini adalah penjelesan tentang fungsi neraca saldo yaitu;

D1. Persiapan untuk Laporan Keuangan

Persiapan disini adalah sebagai bahan untuk menyusun laporan keuangan. Neraca saldo dibuat sebelum menyusun sebuah laporan keuangan perushaan.

D2. Pencatatan Pada Neraca Saldo

Pencatatan disini adalah sebagai tempat tercatatnya informasi keuangan perusahaan atau bisnis. Seperti dalam ilmu akuntansi pencatatan merupakan salah satu proses dalam pembukuan.

D3. Koreksi Agar Tidak Terjadi Kesalahan

Koreksi disini adalah sebagai analisis semua saldo pada akun di akhir periode supaya mendapatkan nilai sebenarnya untuk pembuatan laporan keuangan yang akan dilaporkan kepada perusahaan.

D4. Monitoring Keuangan Perusahaan

Monitoring disini adalah sebagai alat untuk memonitor perusahaan pada transaksi yang tercatat pada akun-akun didalamnya. Terdapat dan terlihat jumlah saldo dari masing-masing akun tersebut benar sesuai dengan kondisi perusahaan.

E. Manfaat Dibuatnya Neraca Saldo

E1. Dapat memstikan data pada buku besar terhadap kebenaran yang telah dibuat. Jika Jurnal pada buku besar yang dibuat sudah benar sebagai dasar penyusunan neraca saldo maka jumlah total angka pada kolom debet dan kredit pada neraca saldo akan menunjukkan jumlah saldo yang sama (Balance). Dengan demikian Neraca Saldo dapat dianggap benar.
E2. Penyusunan Neraca Saldo sebagai sumber dasar pembuatan dan penyusunan kertas kerja (Work Sheet) atau di sebut juga dengan Necara Lajur untuk laporan keuangan perusahaan.

Informasi diatas ini hanya singkat dari penjelasan tentang Fungsi Neraca Saldo sebenarnya. Semoga kita dapat memahaminya dengan baik dan juga bisa buat Anda jauh lebih produktif.

F. Tujuan Dibuatnya Neraca Saldo

Tujuan dibuatnya Neraca Saldo disini yaitu untuk memastiakn entri data dalam suatu system pembukuan perusahaan yang dibuat secara matematis untuk mengetahui jumlah dan keseimbangan antara kolom debet dengan kredit serta mempersiapkan data entri untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan. 

Baca Juga : Contoh Neraca Saldo «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap

5. Siklus Akuntansi – Jurnal Penyesuaian

JURNAL PENYESUAIAN

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat ketika ada perubahan yang terjadi pada jumlah saldo yang terkait dengan akun-akun tertentu yang mencerminkan dan menunjukkan jumlah sebenarnya. 

A. Jenis Jurnal Penyesuaian Pada Akuntansi

A1. Beban Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)
A2. Pendapatan Dibayar di Muka (Unearned Revenues)
A3. Pendapatan yang Masih Akan Diterima (Accrued Revenues)
A4. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accurued Expenses)

B. Fungsi Jurnal Penyesuaian Pada Akuntansi

Fungsi Jurnal Penyesuaian disini adalah sebagai pencatatan akun nominal di suatu periode untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Sebagai tanda untuk memperkirakan nominal pencatatan pada saldo yang dimasukkan ke dalam akun buku besar supaya dapat diketahui situasi sebenarnya dari akun riil yaitu harta, kewajiban dan modal di akhir periode menunjukkan saldo yang sama (balance).

“Lebih banyak Anda Membaca , lebih banyak hal yang Anda Ketahui. Lebih banyak hal yang Anda Pelajari, lebih banyak Informasi yang ada Ketahui

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - KERTAS KERJA

6. Siklus Akuntansi – Kertas Kerja

KERTAS KERJA

Kertas Kerja atau Neraca Lajur (Work Sheed) adalah suatu daftar yang terbagi atas neraca sisa dengan jurnal penyesuaian dan lapran keuangan yang dibuat untuk menyajikan semua data transaksi pada akuntansi yang diperlukan pada akhir periode akuntansi. 

A. Cara Menyusun Kertas Kerja atau Neraca lajur (Work Sheet) yaitu;

A1. Memindahkan Data Neraca Saldo
A2. Memindahkan Data Jurnal Penyesuaian
A3. Menjumlahkan Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian Pada Kolom NSD
A4 Memindahkan NSD (Neraca Setelah Disesuaikan)
A5. Menjumlahkan Kolom Laba Rugi dan Neraca 

B. Mencari Selisih Kertas kerja

Untuk Kertas Kerja ini kita butuhkan 2 data sumber yaitu Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian, agar lebih jelas mari kita mulai menyusun datanya. 

C. Manfaat Kertas Kerja atau Neraca Lajur (Work Sheet)

C1. Sebagai data pendukung utama atas laporan pemerisaan akuntansi perusahaan.
C2. Sebagai alat untuk control dan mengorganisasikan semua data ke tahap pemeriksaan oleh perusahaan.
C3. Menguatkankesimpulan auditor dan kompetensi auditor perusahaan.
C4. Sebagai bukti data bahwa pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan yang ditentukan oleh perusahaan.
D5. Sebagai pedoman dalam melacak data dan transaksi dalam pemeriksaan yang akan datang pada periode tertentu.

D. Tujuan Kertas Kerja atau Neraca Lajur (Work Sheet)

Kertas Kerja atau Neraca lajur (Work Sheet) adalah suatu daftar yang menjadikan Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo Disesuaikan, serta Pengelompokkan Neraca dan Laba Rugi yang kemudian akan memudahkan dalam proses selanjutnya yaitu laporan keuangan dan bukan merupakan tujuan akhir dari Akuntansi.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - LAPORAN KEUANGAN

7. Siklus Akuntansi – Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN

Laporan adalah suatu bentuk penyampaian berita, keterang, pemberitahuan ataupun pertanggung jawaban baik secara lisan maupun secara tertulis kepada pemegang kepentingan (Atasan, Pimpinan).

Laporan keuangan adalah sebagai catatan,informasi, keterang, pemberitahuan ataupun pertanggung jawaban terhadap uang yang digunakan dalam proses berjalannya aktifitas perusahaan baik secara lisan maupun tertulis kepada pemegang kepentingan (Atasan, Pimpinan). 

Berikut ini adalah beberapa contoh laporan yang sering digunakan oleh perusahaan yaitu;

A. Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menjelaskan iformasi pendapatan dan beban pada perusahaan yang menghasilakan laba atau rugi.
Laporan Laba Rugi juga di sebut sebagai Incame Statement atau Profit And Loss Statement dalam akuntansi.

A1. Fungsi Laporan Laba Rugi

Fungsi Laba Rugi dalam laporan keuangan adalah menunjukkan performance atau kinerja keuangan perusahaan dalam pengolahan seluruh biaya dan seluruh pendapatan yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa sebelumnya.

A2. Manfaat Laporan Laba Rugi

Manfaat Laporan Laba Rugi dalam laporan keuangan adalah mengevaluasi Kinerja perusahaan agar dapat memajukan dan meningkat pendapatan perusahaan serta dapat melihat resiko yang menajadi tolak ukur bagi perusahaan supaya dapat menganalisis kemajuan perusahaan. 

B. Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menjelaskan iformasi peningkatan maupun penurunan pada perusahaan yang menghasilkan aktiva bersih (kekayaan) terhadap modal dalam periode tertentu.

B1. Fungsi Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Fungsi Laporan perubahan Modal (Ekuitas) pada laporan keuangan adalah menunjukkan semua data yang berisi tentang kenaikan atau penurunan kekayaan perusahaan pada periode tertentu.

B2. Manfaat Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Manfaat Laporan Perusahaan Modal (Ekuitas) pada laporan keuangan adalah dapat menunjukkan informasi yang di dokumentasikan oleh aktivitas pembiayaan serta investasi pada perusahaan yang telah dihasilkan perusahaan selama kurun waktu pada period tertentu.

B3. Tujuan Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Tujuan Laporan Perusahaan Modal (Ekuitas) pada laporan keuangan adalah supaya dapat melihat aktivtas pembiayan serta investasi yang telah berjalan pada perusahaan selama periode tertentu.

B4. Terdapat 3 bentuk Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

1. Laporan perubahan modal perusahaan perseorangan
2. Laporan perubahan modal perusahaan persekutuan
3. Laporan perubahan modal perusahaan perseroan 

C. Laporan Neraca

Laporan Neraca saldo (Trial Balance) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menjelaskan daftar seluruh jenis nama akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun sistematis sesuai dengan kode akun yg bersumber dari buke besar pada perusahaan dalam periode tertentu.

C1. Fungsi Laporan Neraca Saldo (Trial Balance)

Fungsi Neraca Saldo (Trial Balance) pada laporan keuangan adalah sebagai bahan untuk penyusunan laporan keuangan dalam pencatatan sebagai informasi keuangan perusahaan agar koreksi tidak terjadi kesalahan dalam akun akun saldo dan dilakukan monitoring pada akun tersebut agar hasilnya sesuai dengan kondisi perusahaan di akhir periode.

C2. Manfaat Laporan Neraca Saldo (Trial Balance)

Manfaat Neraca Saldo (Trial Balance) pada laporan keuangan adalah dapat memudahkan untuk melakukan pengecekkan terhadap kebenaran buku besar yang di buat serta penyususan neraca saldo sebagai sumber pembuatan kertas kerja atau neraca lajur (Work Sheet) sebagai dasa penyusunan laporan agar jumlah saldo yang sama (Balance) dapat dianggap benar. 

C3. Tujuan Laporan Neraca Saldo (Trial Balance)

Tujuan Laporan Neraca Saldo (Trial Balance) pada laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi terhadap kebenaran buku besar serta dalam penyusunan kertas kerja sebagai mana penyusunan saldo itu harus seimbang (Balance)

D. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) atau (Statement Of Cash Flows) pada laporan keuangan adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menjelaskan dan menjunjukkan informasi aliran masuk dan keluarangnya uang pada kas perusahaan.
Laporan arus kas ini juga menyediakan informasi tentang pinjaman, pembayaran, investasi, dan deviden pada suatu perusahaan.

D1. Fungsi Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Fungsi Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) pada laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode akuntansi yang mengklasifikasikan kas berdasarkan aktivitas operasional, aktivitas pendanaan (Finance) dan aktivitas investasi serta deviden di periode tertentu.

D2. Manfaat Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Manfaat Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) pada laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai sumber indicator dan menjadi alat untuk mengevaluasi perubahan kas masuk atau kas keluar pada perusahaan untuk dapat melihat kekayaan bersih (Ekuitas) pada periode tertentu.

D3. Tujuan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Tujuan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) pada laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi dalam mengevaluasi perubahan kas masuk dan kas keluar pada perusahaan suapaya Ekuitas dapat terlihat.

Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - JURNAL PENUTUP

8. Siklus Akuntansi – Jurnal Penutup

JURNAL PENUTUP

Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode dalam akuntansi untuk mengirim atau mentransfer akun sementara ke akun permanen.

A. Funsi Jurnal Penutup (Closing Entries)

Fungsi Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah sebagai penutup semua akun-akun sementara ke akun permanen agar saldo menjadi nol di dalam buku besar.

B. Manfaat Jurnal Penutup (Closing Entries)

Manfaat Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah memudahkan untuk melihat akun pada akhir periode saldo nilai nol serta menunjukkan kondisi pada akun yang sebenarnya.

akun nol di akhir periode agar saldo akun modal menunjukkan kondisi yang sebenarnya

C. Tujuan Jurnal Penutut (Closing Entries)

Tujuan Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah memudahkan untuk menutup akun-akun perantara seperti;

1. Akun Penjualan,
2. Retur Penjualan,
3. Potongan Penjualan,
4. Pembelian,
5. Retur Pembelian,
6. Potongan Pembelian,
7. Pendapatan,
8. Beban, dan
9. Prive

Baca Juga : Contoh Jurnal Penutup «

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Indonesia Terlengkap - JURNAL PEMBALIK

9. Siklus Akuntansi – Jurnal Pembalik

JURNAL PEMBALIK

Jurnal Pembalik adalah jurnal yang dibuat di akhir periode dalam akuntansi untuk membalikkan transaksi tertentu yang telah dilakukan penyesuaian (Adjusting Entries) supaya mempermudah pengguna  pencatatan pada periode akuntansi yang baru.

A. Fungsi Jurnal Pembalik

Fungsi Jurnal Pembalik adalah supaya mempermudah pengguna dalam pencatatan pada awal periode baru dan Mengurangi kekeliruan, meminimalkan kesalahan, dan mengindari pengakuan biaya atau pendapatan yang dobel pada akun transaksi .

B. Manfaat Jurnal Pembalik

Manfaat Jurnal pembalik adalah dapat mempermudah perusahaan membuat ayat jurnal dengan jumlahnya banyak.

C. Tujuan Jurnal Pembalik

Tujuan Jurnal Pembalik adalah supaya mempermudah untuk melanjutkan pencatatan pada periode berikutnya.

Itulah informasi seputar  pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan yang berfunsi untuk mengetahui jumlah yang akan dicatat pada satu atau lebih perkiraan, dan dapat mengetahui jumlah yang akan didebit atau kredit karena semua akun-akun yang terlibat  harus seimbang dalam Akuntansi.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai apa yang dimaksud dengan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang. Informasi di atas merupakan sebagian kecil dari kegiatan Akuntansi yang sebenarnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat meningkatkan minat Anda untuk jauh lebih produktif.

Terima Kasih telah berkunjung, semoga apa yang anda simak di artikel ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan yang lebih bermanfaat.

🙏”Terima Kasih”🙏

You might also like